“Dan diantara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
QS. Ar-Rum: 21
The Groom
Rizki
Putra Kedua dari
Bapak M. Diah & Ibu Marwati (almh)
Tidak ada yang benar-benar kami rencanakan dari awal, semuanya berjalan begitu saja. Berawal dari pertemuan sederhana, tanpa ekspektasi, tanpa cerita besar yang langsung terasa istimewa. Hanya dua orang yang saling menyapa, lalu perlahan menemukan kenyamanan dalam percakapan kecil yang terus berlanjut. Hari demi hari tanpa kami sadari, kebersamaan itu menjadi sesuatu yang kami tunggu. Tawa-tawa ringan berubah menjadi rasa yang lebih dalam.
Namun, perjalanan kami bukan tanpa ujian. Ada jarak yang memisahkan, ada ego yang harus diredam, dan ada masa di mana semuanya terasa tidak pasti. Kami pernah saling menjauh, bukan karena hilang rasa, tapi karena ingin memperbaiki diri, menata hati, dan memastikan bahwa apa yang kami jalani bukan sekedar keinginan, melainkan kesiapan.
Dalam jarak itu, kami belajar arti rindu yang tidak harus diungkapkan, dan doa yang diam-diam dipanjatkan. Hingga pada akhirnya, Allah kembali mendekatkan kami dengan cara yang lebih tenang, lebih dewasa dan lebih pasti.
Seiring berjalannya waktu, kami pun memahami. Bahwa cinta yang baik bukan yang tergesa-gesa, melainkan yang dipersiapkan dengan kesungguhan. Dalam setiap proses yang kami jalani selama ini, kami menyadari bahwa pernikahan bukan hanya tentang bersama, tapi tentang bagaimana saling membawa menuju kebaikan dan ridha-Nya. Saling berpegangan tangan menuju perjalanan panjang ke depannya, dalam suka maupun duka.
Karena pada akhirnya, rumah bukanlah sebuah tempat …
Melainkan seseorang yang selalu kita pilih untuk pulang.
Dan hari ini, dengan penuh keyakinan, kami memutuskan untuk melangkah ke babak baru dengan niat yang lebih serius. Mengikat janji, bukan hanya perasaan, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga tanggung jawab dalam sebuah janji suci pernikahan. Semoga langkah ini menjadi awal ibadah terpanjang, yang tidak hanya menyatukan kami di dunia, tetapi juga kelak di akhirat dalam ridha Allah SWT.