“Dan diantara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
Berawal dari masa kecil yang penuh cerita, kami tumbuh dalam ruang dan waktu yang sama. Saling mengenal tanpa rencana, saling menyapa tanpa prasangka lalu perlahan menyimpan rasa yang bahkan belum sempat diberi nama. Namun hidup membawa kami berjalan ke arah yang berbeda. Kami kehilangan kabar, kehilangan kedekatan, tetapi tidak pernah benar-benar kehilangan kenangan yang tersimpan dalam diam.
Waktu terus bergerak, mempertemukan kami dengan banyak pengalaman, banyak pelajaran, dan banyak perjalanan. Hingga pada tahun 2025 Allah mempertemukan kami kembali dengan cara yang tak pernah kami duga. Pertemuan itu bukan sekadar menghidupkan kenangan, melainkan menghadirkan keyakinan. Seolah seluruh jarak yang pernah tercipta hanyalah jalan untuk mendewasakan jiwa. Seolah seluruh luka yang pernah ada hanyalah cara-Nya mengajarkan makna setia. Dan seolah seluruh waktu yang berlalu hanyalah persiapan untuk akhirnya saling menerima.
Dan dengan hati yang penuh syukur, pada 14 februari 2026 kami melangsungkan lamaran sebagai awal dari janji yang lebih dalam. Hari demi hari kami jalani dengan harapan yang sama, hingga akhirnya tiba saat kami menyempurnakan kisah ini dalam ikatan pernikahan. Karena kami percaya, yang ditakdirkan tidak akan tertukar, yang dijaga tidak akan pudar, dan yang dipersatukan oleh Allah akan selalu menemukan jalan untuk kembali bersandar.