Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
Qs. Ar-Rum 21
Ya Allah, dengan segala kesucian hati, kami bersujud memohon Ridho-Mu, untuk menuju Sunnah Rasul-Mu, membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah
“Cinta itu sama halnya dengan prinsip solat tarawih yaitu bukan yang pertama datang tapi siapa yang bertahan sampai akhir”
Pertemuan Pertama: Kelas Dragon-G
Tahun 2013 menjadi awal dari sebuah cerita yang tak pernah kami sangka akan membawa kami ke pelaminan. Kami pertama kali bertemu pada jenjang SMP yaitu di kelas 8G. Di sebuah kelas yang dikenal dengan julukan "Dragon-G". Di antara tawa dan canda khas anak SMP, kami mulai saling mengenal. Kebiasaan bertukar kabar lewat SMS menjadi rutinitas yang dinanti setiap hari, hingga berlanjut ke kelas 9. Namun takdir berkata lain, setelah lulus SMP, kami kehilangan kontak satu sama lain. Siapa sangka, pertemuan di kelas Dragon-G itu adalah benih dari cerita cinta yang akan tumbuh bertahun-tahun kemudian.
Bersama Lagi di Bangku SMA
Takdir mempertemukan kami kembali di jenjang SMA. Bukan hanya satu sekolah, kami bahkan sekelas hingga kelas 11! Di masa-masa itu, Feri memberanikan diri mengutarakan perasaannya dan meminta Reggi untuk berpasangan. Namun saat itu, Reggi belum siap dan memilih menolak dengan lembut. Penolakan itu membuat jarak di antara kami semakin terasa. Tak disangka, takdir seperti tengah bermain-main dengan kami. Kami ternyata diterima di kampus yang sama di luar kota, meskipun dengan jurusan yang berbeda. Kami bahkan sempat daftar ulang bersama ketika itu. Namun seiring berjalannya waktu, meskipun berada dalam satu kota yang sama, satu kampus yang sama, kami tak pernah bersapa dan bertemu. Kami kehilangan kabar untuk kedua kalinya, masing-masing tenggelam dalam kesibukan dan dunia yang berbeda. Beberapa tahun berlalu dengan kehidupan masing-masing, tak ada kabar, tak ada sapa. Namun hati yang ditakdirkan bersama akan selalu menemukan jalannya kembali.
Cinta yang Kembali Bersemi
Tahun 2024 menjadi titik balik dalam hidup kami. Sebuah pesan WhatsApp sederhana membuka kembali pintu komunikasi yang sempat tertutup rapat. Obrolan demi obrolan mengalir begitu natural, seolah waktu tak pernah memisahkan kami. Kali ini, kami berdua sudah lebih dewasa, lebih memahami arti sebuah komitmen. Percakapan yang awalnya sekadar nostalgia perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Hingga pada Oktober 2025, kami sepakat untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Pertemuan kedua keluarga kami berjalan hangat dan penuh berkah, mengukuhkan keyakinan bahwa inilah saatnya kami bersatu. Dari kelas Dragon-G hingga pelaminan, perjalanan cinta kami membuktikan bahwa jodoh tak akan kemana, meski sempat terpisah, ia akan kembali pada waktunya yang tepat.