“Dan diantara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
QS. Ar-Rum: 21
The Bride
Yelmi Adriani, S.T
Putri Pertama dari
Bapak Atminto (Alm.), Bapak Harlipon
& Ibu Rusmiati
Awalnya semua terasa sangat biasa.
Tanpa pernah direncanakan, semesta mempertemukan kami lewat sebuah story Instagram. Saat itu aku sedang bersama teman-teman, tertawa seperti biasa, mencoba menikmati hari setelah hati yang sempat patah karena perpisahan. Aku tidak sedang mencari siapa pun. Bahkan untuk membuka hati lagi pun rasanya belum siap.
Ternyata, dari story milik temanku itulah dia pertama kali melihatku. Dengan rasa penasaran, dia mulai bertanya tentang aku, lalu memberanikan diri untuk berkenalan. Awalnya aku menanggapinya biasa saja. Tidak ada harapan lebih, tidak ada bayangan tentang masa depan. Aku hanya berpikir, “cukup berteman saja.”
Namun, waktu perlahan mengubah semuanya.
Di tengah rasa kecewa yang masih tersisa, dia hadir dengan cara yang sederhana tapi tulus. Tidak dengan janji-janji besar, melainkan lewat perhatian kecil, sikap yang lembut, dan kesungguhan yang selalu ia tunjukkan. Sedikit demi sedikit, dia membuat hati yang pernah patah itu kembali percaya bahwa cinta yang baik masih ada.
Meski waktu perkenalan kami terbilang sangat singkat, entah kenapa semuanya terasa begitu mudah dijalani. Seolah kami sudah saling mengenal sejak lama. Dari setiap obrolan sederhana, kami mulai memahami satu sama lain, mengerti cara menenangkan, menghargai, dan menerima kekurangan masing-masing. Tidak ada yang dipaksakan, semuanya mengalir begitu saja hingga tanpa sadar rasa nyaman itu tumbuh menjadi rasa yang lebih besar.
Dia datang bukan untuk sekadar singgah, tapi untuk menetap.
Hari-hari yang kami lewati bersama dipenuhi cerita, tawa, dan proses saling memahami. Dari yang awalnya asing, menjadi tempat pulang satu sama lain. Dari yang awalnya hanya ingin berteman, berubah menjadi seseorang yang paling ingin diperjuangkan.
Hingga akhirnya, di bulan Maret 2026, kami memutuskan untuk membawa hubungan ini ke arah yang lebih serius. Sebuah keputusan besar yang lahir dari keyakinan bahwa kami ingin berjalan bersama, bukan hanya hari ini, tapi juga untuk masa depan.
Dan kini, di bulan Juni 2026, perjalanan yang dimulai dari sebuah story sederhana itu akan bermuara pada satu janji suci pernikahan.
Siapa sangka, pertemuan yang tidak disengaja di bulan April mampu membawa dua hati dengan luka dan cerita yang berbeda menuju satu tujuan yang sama — saling mencintai, saling menjaga, dan bersama selamanya.