“Memerintahkan untuk menikahkan orang-orang yang masih membujang (lajang) dan hamba sahaya yang layak, serta menjanjikan bahwa jika mereka fakir (miskin) karena menikah, Allah akan mencukupi mereka dengan karunia-Nya, karena Allah Maha Luas Pemberian-Nya dan Maha Mengetahui.”
Q.S An Nur 32
The Bride
Nur Hanipah
Putri Pertama dari
Bapak Jaya Phasa & Ibu Purwanti
First Phase
Siapa sangka sebuah pertemuan sederhana bisa meninggalkan kesan yang begitu mendalam.
Dari sapaan singkat & obrolan ringan, perlahan berubah menjadi cerita yang terus berlanjut hingga hari ini.
Second Phase
Tatap pertama menyimpan banyak tanya, namun hati lebih dulu ikut bicara.
Seiring berjalannya waktu, kami semakin dekat.
Memang tidak ada kata "pacaran" tapi Tuhan "mentakdirkan kami untuk bersama".
Third Phase
Dalam jarak yang tak pernah mampu memisahkan, kami belajar mencintai dengan cara yang paling sabar.
Dari layar ke layar.
Dari rindu ke rindu.
Hingga Tuhan membukakan jalan-Nya untuk menyatukan dua hati yang setia menunggu.
Fourth Phase
Tak ada lagi pencarian, karena langkah ini sudah berhenti di pelukan yang benar.
Tidak ada lagi keraguan, sebab hati sudah tahu dimana rumahnya berada.
Final Phase
Kami percaya bukan jarak yang menentukan, bukan karena bertemu lalu berjodoh, melainkan dari Tuhan yang Maha Kuasa.
Hingga akhirnya, doa - doa panjang itu berlabuh pada satu tujuan untuk mengikrarkan janji suci pernikahan pada 4 Februari 2026.
Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Ali Bin Abi Thalib: "Apa yang menjadi takdirmu akan menemukan jalannya untuk menemukanmu".