“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”
Takdir yang Mempertemukan, Maret 2023: Hanya dalam satu menit percakapan singkat, Tuhan telah menuliskan rencana-Nya. Dua puluh hari setelah perkenalan pertama, kami memutuskan untuk saling menggenggam dan memulai perjalanan yang kami kira akan selalu mudah.
Lembah Ujian & Keraguan, Mei – September 2025:
Dua tahun berjalan, kami diuji oleh badai yang sesungguhnya. Rencana indah bertunangan di bulan Mei itu luruh seketika saat keraguan dan ketidaksiapan hadir. Hubungan kami mendingin, menyisakan luka dan kecewa yang mendalam. Puncaknya pada September 2025, kami berada di ambang perpisahan setelah pertengkaran hebat yang nyaris mematahkan segalanya. Di titik itu, kami belajar bahwa mencintai bukan hanya soal bertahan saat bahagia, tapi tentang keberanian untuk tetap tinggal saat keadaan terasa mustahil.
Kepastian di Hari Kelahiran, 22 November 2025:
Tepat di hari ulang tahun Syifa, Tuhan membolak-balikkan hati. Faisal datang membawa orang tuanya, mencoba merajut kembali kepercayaan yang sempat pupus dengan sebuah permohonan maaf dan janji suci. Sebuah kado terindah tentang ketulusan dan kesempatan kedua. Alhamdulillah atas restu Allah dan kedua orang tua, kami resmi bertunangan pada 14 Desember 2025 dan 24 September 2026 kami akan bersimpuh dalam ikatan pernikahan. Setelah semua terlalui, menyadari sepenuhnya bahwa: “Apa yang sudah ditakdirkan untuk kita, seberapa jauh ia pergi, seberapa hebat badai memisahkan, ia akan kembali menjadi milik kita.”