“Dan diantara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
Kami berawal dari tawa kecil
sebagai teman bermain,
dipertemukan oleh hobi yang sama,
tanpa pernah menyadari
bahwa kebersamaan itu kelak
akan menjadi jalan pulang.
Hari-hari berlalu,
tawa berubah menjadi cerita,
dan cerita menjelma persahabatan.
Sejak selepas lulus SMA,
hidup membawa kami ke kota yang berbeda,
membentangkan jarak di antara kami.
Namun jarak tak pernah benar-benar memisahkan.
Lewat percakapan sederhana—
tentang dunia fashion,
tentang persinggahan hangat
yang kami rindukan,
dan tentang perjalanan kecil kehidupan—
kami saling menjaga rasa,
dalam doa dan kesetiaan yang diam.
Dalam waktu yang panjang,
kami belajar bahwa menunggu
adalah bentuk cinta paling tulus.
Hingga perlahan kami memahami,
rasa ini bukan sekadar kebiasaan,
melainkan keyakinan yang menenangkan—
tentang pulang dan bertumbuh
bersama orang yang sama.
Dengan keyakinan itu,
pada tanggal 20 November 2025
niat baik kami diperteguh
dalam prosesi batimbang tando (peminangan),
saat kedua keluarga besar dipertemukan
dalam sakato mufakat,
menyatukan niat, doa, dan harapan
untuk masa depan yang kami impikan.
Kini, dengan izin Allah SWT
serta restu orang tua dan keluarga besar,
pada tanggal 27 Maret 2026
kami akan melangsungkan akad nikah,
mengikat dua hati yang telah lama saling menunggu,
menyatukan dua perjalanan
dalam ikatan suci pernikahan.