wa min âyâtihî an khalaqa lakum min anfusikum azwâjal litaskunû ilaihâ wa ja‘ala bainakum mawaddataw wa raḫmah, inna fî dzâlika la'âyâtil liqaumiy yatafakkarûn
Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
Kami tidak memulai dengan cerita yang indah. Bahkan di awal, kami hanyalah dua orang asing yang berjalan diarah masing-masing tanpa pernah menyangka akan dipertemukan dalam satu takdir yang sama. Waktu mempertemukan kami dalam keadaan yang tidak sempurna. Ada luka yang belum sepenuhnya sembuh, ada cerita lama yang masih tersisa. Namun, justru disitulah kami belajar, bahwa Allah swt, tidak mempertemukan kami tanpa alasan
Kamipun memahami, bahwa cinta yang baik bukan yang tergesa-gesa. Melainkan yang dipersiapkan dengan kesungguhan. Bukan hanya tentang bersama, tapi tentang bagaimana saling membawa menuju kebaikan dan ridho-Nya. Hari ini, kami memilih untuk melangkah dengan niat yang lebih serius. Mengikat bukan hanya perasaan, tetapi juga tanggung jawab dalam sebuah janji suci pernikahan. Semoga langkah ini menjadi awal ibadah yang panjang, yang tidak hanya menyatukan kami di dunia, tetapi juga kelak di akhirat dalam ridho-Nya