Di tahun 2013 Mesi pindah ke Simpang Selayang. Dari situlah Mesi dan Coco saling kenal karena satu gereja, tapi semuanya masih biasa aja. Sampai akhirnya di tahun 2015 lewat kegiatan PIARA, Coco mulai memberanikan diri untuk mendekati Mesi. Setahun kemudian, tepatnya 2 Juli 2016 Coco akhirnya menyatakan perasaannya. Dari situlah hubungan ini benar-benar dimulai.
Tahun 2023 jadi tantangan baru waktu Mesi harus kerja ke luar kota. Tapi kami tetap komit, dengan janji Mesi akan balik ke Medan kalau Coco sudah siap melamar. Dan itu benar-benar dibuktikan—Februari 2024 Coco datang ke Jakarta untuk nunjukin keseriusannya.
Sampai akhirnya 1 April 2025, saat Mesi pulang ke Medan, Coco memberanikan diri ketemu orang tua Mesi. Nggak berhenti di situ, tanggal 29 Mei 2025 kedua keluarga resmi dipertemukan, dan hubungan ini pun direstui.
Setelah semua itu, Mesi memutuskan pulang ke Medan, dan di 28 Februari 2026 kami melangkah lebih jauh dengan lamaran adat Karo (MBS) dan tidak terasa sebentar lagi kami akan melangkah menuju altar, mengikat janji suci di hadapan Tuhan dan jemaat-Nya.
Kurang lebih 10 tahun perjalanan ini jelas nggak gampang. Tapi dari semua yang dilewati, kami belajar tentang cinta, kesabaran, dan rasa syukur. Sampai akhirnya bisa ada di titik ini bukan cuma karena usaha kami berdua, tapi juga karena anugerah Tuhan dan doa dari orang-orang sekitar 🤍