Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
Qs. Ar-Rum 21
Ya Allah, dengan segala kesucian hati, kami bersujud memohon Ridho-Mu, untuk menuju Sunnah Rasul-Mu, membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah
Kami pernah berada di lingkar waktu yang sama sejak kecil, berjalan di jalan yang mungkin saling bersinggungan, namun tak pernah benar-benar saling menyapa. Hanya dua nama yang diam dalam jarak, tanpa cerita. Hingga akhirnya, di Januari 2025, semesta seperti menemukan caranya sendiri. Sebuah pesan sederhana di Instagram menjadi awal dari percakapan yang perlahan menghapus asing. Dari kata yang ringan, tumbuh rasa yang dalam, seolah kami sedang mengejar waktu yang dulu sempat terlewat.
Lamaran
Hari-hari setelahnya menjadi ruang untuk saling mengenal, memahami, dan menemukan rumah dalam diri satu sama lain. Tidak ada yang terasa terburu-buru, namun semuanya mengalir dengan pasti. Hingga di Februari 2026, langkah itu dipertegas dalam sebuah lamaran, bukan sekedar janji, tapi kesungguhan untuk berjalan bersama dalam satu arah. Di sana, dua hati yang dulu tak sempat bertemu akhirnya dipertemukan dalam niat yang sama: saling menjaga, saling menetap.
Akad Nikah
Dan kini, kami memilih 31 Mei 2026 sebagai titik awal dari perjalanan yang lebih panjang. Akad nikah bukanlah akhir dari cerita, melainkan permulaan dari kehidupan yang akan kami bangun bersama. Dari dua insan yang dulu hanya saling tahu, menjadi dua jiwa yang saling memiliki. Bukan tentang seberapa lama kami saling mengenal, tapi tentang bagaimana kami akhirnya memilih untuk tidak lagi saling melewatkan.