Perkenalan - Semua bermula pada tahun 2020 melalui sosial media. Pada saat itu kami berdua masih menempuh pendidikan kuliah masing-masing dan di kota yang berbeda. Charly yg menempuh pendidikan di kota Surabaya dan Febby di Jakarta. Tapi pada saat itu di tahun 2020 segala aktivitas pendidikan di lakukan secara daring karena adanya covid. Dari situ lah di mulai awal percakapan kami berdua melalui sosial media. Dari percakapan singkat, tumbuh rasa ingin tahu. Dari rasa ingin tahu, tumbuh kenyamanan yang tidak terburu buru untuk didefinisikan. Perlahan, kami yang tadinya asing mulai belajar satu sama lain tentang kebiasaan kecil, cara berpikir dan hal hal sederhana yang ternyata membuat kami semakin yakin bahwa ini bukan sekedar kebetulan.
Berpacaran dan berkomitmen - Hari demi hari kita belajar mengenal satu sama lain. Hingga pada akhirnya kami bertemu secara langsung dan memutuskan untuk berpacaran di tanggal 24 juni 2020. Selama menjalin hubungan 6 tahun, tentu kami mempunyai sudut pandang yang berbeda, kami saling terbentur dengan ego kami masing masing. Setiap perjalanan punya ujiannya sendiri. Tapi entah bagaimana, setiap kali hampir menyerah, selalu ada alasan untuk kembali. Selalu ada rasa yang lebih kuat dari keraguan. Kami belajar bahwa cinta bukan hanya tentang bahagia, tapi juga memilih untuk tetap tinggal bahkan di saat keadaan tidak baik baik saja. Namun, dari setiap masalah yang kami lalui bersama kami belajar menerima kekurangan, menguatkan di saat rapuh, dan tumbuh bersama dalam setiap prosesnya. Karena bagi kami cinta bukan tentang siapa yang paling sempurna, tapi siapa yang tetap bertahan. Yang membuat kami bertahan adalah tujuan dan komitmen awal kami berpacaran yaitu untuk saling melengkapi dan melayani Tuhan bersama-sama.
Pernikahan - 6 tahun bukanlah perjalanan yang singkat, melainkan sebuah ruang tempa tempat dua warna yang saling berseberangan belajar melebur tanpa kehilangan jati diri. Di antara riak benturan sikap, ego, dan perdebatan yang kerap menguji, waktu dengan sabar mengajari kita bahwa cinta tidak hadir untuk menyamakan, melainkan untuk melengkapi. Kini, gesekan yang dahulu melukai telah berubah menjadi pemahaman yang mendalam—bahwa cinta yang kami bangun diatas komitmen bersama Tuhan membuat kami menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain dan itu adalah bentuk kasih terindah yang pernah kita perjuangkan bersama. Dan kini, dengan penuh keyakinan setelah melalui waktu, doa dan restu dari kedua orangtua, kami akan melangkah ke babak baru, yaitu pernikahan yang suci dan kudus
Wedding Gift
Bagi yang ingin memberikan tanda kasih, dapat mengirimkan melalui fitur di bawah ini: