“Dan diantara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
Semua berawal dari sebuah pesan sederhana di DM Instagram. Iga adalah kakak kelas Bita semasa SD, empat tahun lalu mereka hanya dua orang yang "sekedar tahu". Tanpa rencana, tanpa ekspektasi, hanya dua orang asing yang dipertemukan oleh waktu. Iga mengetik dengan perasaan yang bahkan ia sendiri tak sepenuhnya pahami, sementara Bita membaca tanpa tahu bahwa satu pesan itu akan menjadi awal dari perjalanan panjang.
Namun, perjalanan itu tidak singkat. Sekitar satu setengah tahun mereka berjalan dalam fase yang penuh rasa, penuh tanya, ragu, dan proses saling memahami. Iga belajar sabar menunggu, sementara Bita perlahan memberi ruang di hatinya. Waktu menjadi saksi bagaimana kesungguhan tidak pernah sia-sia, hingga akhirnya dua hati yang sempat berjalan sendiri-sendiri itu memilih untuk saling menetap.
Hingga pada 31 Januari 2026, mereka mengikat janji dalam sebuah lamaran yang penuh haru dan bahagia. Kini, Iga dan Bita melangkah bersama menuju pelaminan, membawa kisah yang tumbuh dari hal sederhana menjadi cinta yang utuh. Dari sebuah pesan singkat, lahirlah perjalanan panjang yang kini siap mereka lanjutkan dalam satu tujuan: selamanya bersama.