“Dan diantara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
Maret 2020, setelah perkenalan singkat melalui sosial media kami memutuskan untuk bertemu secara langsung. Siapa sangka pertemuan sederhana itu menjadi awal dari cerita kisah cinta kami.
Seiring waktu, obrolan ringan tumbuh menjadi cerita panjang. Meskipun jarak membatasi momen pendekatan kami, justru setiap hari kami belajar bagaimana caranya mencintai tanpa harus bertemu, menyayangi tanpa harus menyentuh, dan mempercayai tanpa harus melihat secara langsung. Perlahan perasaan itu saling meyakinkan kami bahwa satu sama lain adalah jawaban dari doa-doa yang dipanjatkan.
Desember 2025, atas izin Allah dan orang tua, niat baik kami akhirnya berlanjut pada sebuah acara lamaran yang sederhana penuh dengan doa dan kebahagiaan.
Februari 2026, dan pada akhirnya di tanggal 2-2-2026 kami memutuskan untuk menikah. Percayalah, bukan karena kami bertemu lalu berjodoh, melainkan karena kami berjodoh maka kami dipertemukan.