“Dan diantara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
QS. Ar-Rum: 21
The Groom
Aditya Nugraha
Putra Pertama dari
Alm. Bapak Isa Samsu Bambang Nugroho
& Ibu Giyatmi Tina Safitri
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Di tahun 2021, sebuah pesan sederhana melalui Instagram menjadi awal dari kisah yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Dari sebuah perkenalan yang singkat, tumbuh rasa nyaman, saling memahami, dan keyakinan bahwa Tuhan sedang mempertemukan kami pada waktu yang paling tepat. Pada 21 Mei 2021, kami memutuskan untuk berjalan bersama, tanpa benar-benar mengetahui ke mana perjalanan ini akan membawa kami.
Perjalanan kami dipenuhi oleh rindu yang harus disimpan dalam doa. Bertahun-tahun kami menjalani hubungan jarak jauh, menempuh perjalanan lintas kota hanya untuk menghabiskan waktu bersama yang terasa begitu singkat. Ada banyak pelukan yang harus ditunda, banyak momen yang hanya bisa dirayakan melalui layar, dan banyak perpisahan yang selalu diakhiri dengan harapan untuk segera bertemu kembali. Lebaran menjadi saat yang paling kami nantikan karena hanya pada momen itulah kami dapat menikmati kebersamaan sedikit lebih lama. Meski tidak mudah, setiap kilometer yang kami tempuh, setiap air mata saat harus berpisah, dan setiap doa yang kami panjatkan justru menguatkan keyakinan bahwa cinta sejati selalu menemukan jalannya. Alhamdulillah, beberapa tahun terakhir Allah mempertemukan kami di kota yang sama, seolah menjadi jawaban atas setiap doa yang selama ini kami langitkan.
Pada 24 Maret 2026, di kediaman Shalsa, dua keluarga dipertemukan dalam sebuah ikhtiar menuju ibadah terpanjang. Dan kini, dengan penuh rasa syukur, pada 22 Agustus 2026 kami akan mengucapkan janji suci pernikahan. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya sebuah hari di kalender. Namun bagi kami, hari ini adalah jawaban dari ribuan doa, penantian yang panjang, dan perjuangan yang akhirnya bermuara pada satu tujuan: pulang, satu sama lain. Kami memohon doa restu agar rumah tangga yang kami bangun senantiasa dipenuhi cinta, keberkahan, kesabaran, dan kasih sayang, hingga kelak kami dipersatukan kembali di surga-Nya.