"Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tada bagi kaum yang berpikir."
QS. Ar-Rum: 21
The Bride
Ade Ristiani Pilanto, S.H
Putri Kedua dari
Bapak Abd. Haris Pilanto, S.Pd & Ibu Yulismiati, S.Sos
Tidak semua kisah cinta dimulai dengan cara yang luar biasa. Kadang berawal dari pertemuan singkat yang tak pernah diduga. Ditengah keramaian sebuah tempat makan dekat kampus, kami bertemu pada sebuah momen sederhana yang jadi pembuka dari kisah kami. It was a simple "Hai" that changed everything.
- Persahabatan Yang Bertumbuh -
Hari demi hari berlalu, dan membawa kami untuk saling mengenal lebih dekat. Setelah 4 tahun menjalin persahabatan, akhirnya kami sepakat buat komitmen, saling menjaga kepercayaan, dan menjadi support system untuk satu sama lain. Karena sejak hari itu tujuan kami cuma satu, yaitu tumbuh bersama dan menghadapi dunia sebagai pasangan yang tidak menyerah untuk satu sama lain.
- Jarak Yang Menguatkan -
Kebersamaan ini kemudian membawa kami pada sebuah ujian yang tidak mudah. Setelah memulai hubungan, jarak menguji kami dalam waktu yang tidak singkat. LDR mengajarkan kami banyak hal, dan 3 tahun menjadi waktu yang terasa begitu lama. Namun, dalam jarak yang tak pernah mampu memisahkan, kita belajar mencintai dengan cara yang paling sabar. Karena jarak tak pernah membuat kita hilang. Sebaliknya, ia menguatkan.
- Akhir Penantian, Awal Kebersamaan -
Diantara panjangnya perjalanan itu, ada satu momen yang akan selalu kami kenang. Di sebuah perjalanan dari Kota Palu menuju Kota Luwuk, Arul datang membawa lebih dari sekadar kerinduan. Ia datang dengan keyakinan, keberanian, dan niat baik untuk meminta restu melangkah ke jenjang yang lebih serius. Bagi kami, perjalanan itu bukan hanya tentang menempuh jarak, tetapi tentang membuktikan bahwa cinta yang diperjuangkan dengan kesabaran akan selalu menemukan jalannya untuk pulang.
Dan tanggal 11 Juli nanti, dengan penuh keyakinan, kami sampai pada titik ini. Titik di mana 'aku' dan 'kamu' akan berubah menjadi 'kita', untuk hari ini, esok, dan selamanya. Dan kini, kami akan memulai babak baru dikehidupan kami. Bersama, Selamanya.