Kami bertemu di penghujung 2021, di sebuah acara di Kota Salatiga. Sebuah pertemuan yang biasa saja, tanpa banyak hal untuk dikenang saat itu. Namun, hidup punya caranya sendiri untuk menulis cerita. Siapa sangka, dari pertemuan sederhana itu, Tuhan perlahan menuntun dua orang dengan dunia yang berbeda untuk saling menemukan.
Empat tahun bersama bukan perjalanan yang selalu mudah. Dei, dengan ketenangan dan hidup yang begitu teratur, bertemu dengan Aido yang lebih rock and roll, penuh seni, dan memiliki caranya sendiri dalam memandang dunia. Kami belajar bahwa mencintai bukan sekadar menemukan kesamaan, melainkan kesediaan untuk memahami hal-hal yang berbeda, memberi ruang untuk bertumbuh, dan tetap memilih satu sama lain di tengah proses yang tidak selalu sederhana.
Kini, setelah segala tawa, perbedaan, dan hal-hal yang telah kami lalui, kami sampai pada satu keyakinan: cinta bukan tentang menjadi dua orang yang sama, melainkan dua pribadi yang bersedia berjalan ke arah yang sama. Dengan kasih dan penyertaan Tuhan, kami ingin melanjutkan cerita ini, bukan sebagai dua manusia yang telah sempurna, tetapi sebagai dua hati yang siap bertumbuh bersama, dalam perjalanan yang kami sebut seumur hidup.