Kami adalah dua insan yang jika dilogika mungkin takkan pernah bertemu. Namun apa yang tak pernah dilihat mata yang tak pernah didengar telinga dan yang tak pernah timbul didalam hati itulah yang menjadi rencana Tuhan atas kami. Ia menulis kisah kami dengan sangat indah.
Melalui perkenalan yang tak terduga ternyata masing-masing kami membawa harapan yang sama, lalu perlahan berubah menjadi doa tulus dan rasa syukur yang tak pernah putus. Cinta kami bertumbuh meski terpisah jarak ratusan kilometer aku di Dumai dan dia di Medan. Kami terus belajar arti “Mengasihi, Menjaga Kesetiaan, dan Mengampuni”.
Dengan iman pengharapan dan atas kehendak Tuhan kami melangkah menuju Sakramen Pernikahan Kudus sebuah janji seumur hidup dihadapan Allah yang telah mempertemukan, membimbing, dan mempersatukan kami dari awal pertemuan dan sampai selama-lamanya.