Tidak ada yang kebetulan dalam hidup. Kami percaya setiap pertemuan telah dirangkai dengan indah oleh Tuhan Ranying Hatalla Langit. Kisah kami bermula pada 16 Desember 2020, dalam sebuah kegiatan organisasi yang sederhana. Tiga hari kebersamaan hingga 18 Desember menjadi awal dari rasa yang tumbuh perlahan tanpa kami sadari. Sebuah pesan sederhana setelah perpisahan menjadi jembatan yang mempertemukan kembali langkah kami, hingga percakapan kecil berubah menjadi perjalanan yang penuh makna.
Seiring waktu, kami belajar tentang kesabaran, kepercayaan, dan arti saling menjaga. Dalam doa dan keyakinan, kami semakin memahami bahwa cinta ini bukan sekadar perasaan, tetapi panggilan untuk berjalan bersama dalam dharma—bertumbuh, saling menguatkan, dan melangkah dalam kebaikan. Setiap perjalanan yang kami lalui menjadi bagian dari proses untuk semakin memahami arti kebersamaan dan meyakini bahwa cinta ini layak untuk dijaga.
Pada tahun 2026, dengan niat suci dan penuh keyakinan, keluarga kami dipersatukan dalam restu dan doa. Pada 23–24 Oktober 2026, di hadapan Tuhan Ranying Hatalla Langit serta keluarga tercinta, kami melaksanakan rangkaian upacara perkawinan sebagai janji suci untuk setia, saling mencintai, dan menua bersama dalam lindungan serta tuntunan Tuhan Ranying Hatalla Langit.
Eka Resiana
Desa Baliti, Kec. Gunung Timang, Kab. Barito Utara