Tidak ada yang mengira perkenalan biasa karena satu organisasi akan membawa kami sejauh ini. Bermula dari pertemanan sederhana, kebersamaan itu menumbuhkan rasa nyaman hingga kami memutuskan untuk berjalan bersama pada tahun 2016.
Perjalanan membawa kami untuk berpisah jarak karena menempuh pendidikan di tempat yang berbeda kota. Tawa tidak selalu menghiasi cerita kami. Ada air mata yang jatuh diam-diam, ada ego yang harus dipatahkan, dan ada luka yang mengajarkan arti bertahan. Berkali-kali kami belajar bahwa cinta bukan tentang menemukan seseorang yang sempurna, melainkan tentang memilih untuk tetap tinggal meski telah melihat segala kekurangannya. Dalam setiap ujian, kami belajar menjadi pribadi yang lebih baik untuk satu sama lain.
Diantara banyaknya kemungkinan yang ditawarkan kehidupan, hati kami tetap memilih tempat yang sama. Dengan segala cerita yang telah kami lalui, kami memahami bahwa cinta sejati bukanlah tentang seberapa cepat menemukan pasangan hidup, melainkan tentang siapa yang tetap menggenggam tangan kita ketika hidup sedang tidak baik-baik saja. Dengan do'a dan restu dari orangtua, kami memutuskan untuk tetap menggenggam tangan satu sama lain untuk terus melewati kebahagiaan ataupun rintangan didepan nanti.
Atifatul Maziyyah
Mudinan, RT. 06/RW.03, Gending, Rowokembu, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan (Rumah Keramik Hitam Putih)