Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati; nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
(Kidung Agung 8:6)
Bukan kebetulan kami bertemu. Di antara banyak orang yang kami jumpai dalam hidup, Tuhan menuntun langkah kami untuk saling menemukan, saling bertumbuh, dan akhirnya dipersatukan dalam kasih-Nya. Hari ini kami percaya bahwa kasih yang Dia tanamkan dalam hati kami telah membawa kami sampai pada janji yang kudus ini.
Ricky Yosangga Sagala, A.Md.Kes
Putra Tunggal dari
Bapak Lisken Sagala (+)
& Ibu St. Asinta Br. Nainggolan
Pernikahan bagaikan rantai dari cincin emas, diawali dengan secercah sinar terang dan diakhiri oleh keabadian
Mungkin bagi sebagian orang, masa SMA adalah masa yang paling indah dan penuh kenangan. Namun, cerita kami berbeda. Kisah cinta kami justru dimulai saat duduk di bangku kuliah. Pertemuan sederhana pada bulan September 2017 di sebuah kampus menjadi awal dari cerita yang tidak pernah kami sangka akan sejauh ini. Berasal dari daerah dan fakultas yang sama membuat kami semakin dekat. Berawal dari basa-basi membantu mengerjakan tugas kuliah, percakapan sederhana itu perlahan berubah menjadi komunikasi yang tak pernah terlewatkan setiap malam. Seiring berjalannya waktu, kami semakin mengenal satu sama lain, memahami karakter masing-masing, serta belajar menerima segala kekurangan dan kelebihan yang kami miliki. Kami sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tetapi kami memilih untuk saling melengkapi dalam setiap proses kehidupan.
04 April 2019 menjadi hari ketika semesta seakan mengizinkan kami memulai perjalanan ini. Kami memilih untuk berjalan dalam tujuan yang sama, saling menemani dalam proses pendewasaan, dan tetap bertahan di tengah berbagai ujian yang datang. Ada penolakan dari orang-orang terdekat, ada jarak yang memisahkan, bahkan ada masa ketika komunikasi tidak berjalan sebaik yang kami harapkan. Namun kami percaya bahwa hubungan yang baik bukanlah hubungan yang tanpa masalah, melainkan hubungan yang terus diperjuangkan bersama. Hingga akhirnya, pada 10 Januari 2026, di atas Kapal Wira Toba yang berlayar di tengah indahnya Danau Toba, semesta kembali seakan mengamini langkah kami. Di tempat itu, terucap niat baik untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius, menjadi jawaban atas setiap proses, doa, dan perjuangan yang telah kami lalui bersama.
Seiring berjalannya waktu, proses lamaran dan adat berlangsung dengan penuh sukacita bersama keluarga. Hingga akhirnya kami dan keluarga menetapkan 26 Juni 2026 sebagai hari yang istimewa. Hari ketika kami akan mengikrarkan janji suci pernikahan dan memulai cerita baru sebagai pasangan suami dan istri. Hari ketika dua perjalanan hidup dipersatukan dalam satu tujuan yang sama, untuk saling mencintai, menjaga, dan menguatkan dalam setiap musim kehidupan. Karena pada akhirnya, kami percaya bahwa bukan karena bertemu lalu berjodoh. Melainkan karena berjodohlah, maka Tuhan mempertemukan kami.
Rsvp
Diharapkan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk mengisi form yang ada dibawah ini:
Wedding Gift
Bagi yang ingin memberikan tanda kasih, dapat mengirimkan melalui fitur di bawah ini