Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.
Kami lahir dan besar di Sorong, namun kehidupan membawa kami ke arah yang berbeda, Tri di Polewali dan Fia di Jakarta. Dari pertemuan yang sederhana, kami dipertemukan dengan cara yang tak terduga. Seiring waktu, komunikasi yang terjalin menumbuhkan rasa nyaman, hingga perlahan berubah menjadi perasaan yang lebih dalam.
“Bukan karena sering bertemu, melainkan karena waktu mempertemukan kami di saat yang tepat.”
Phase II – Niat dan Keseriusan
Perasaan itu membawa kami ke langkah yang lebih pasti. Tri datang menemui orang tua Fia sebagai bentuk keseriusan, lalu kedua keluarga dipertemukan. Desember 2025 menjadi momen mappetuada, sebuah kesepakatan adat yang mengikat dua keluarga dalam doa dan restu.
“Cinta yang baik hadir dengan niat yang jelas.”
Phase III – Menuju Janji Suci
Kini kami melangkah ke tahap berikutnya. Pada Maret 2026, kami akan mengikat janji suci dalam pernikahan. Bukan sekadar kebetulan, melainkan takdir yang mempertemukan kami pada waktu yang paling tepat.
“Jika memang berjodoh, jalannya akan selalu ada.”
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan do’a restu kepada kami
Kami yang berbahagia,
Fia & Tri
Yang Mengundang :
Kel. Bpk. Muh. Suhur (Baim) / Ibu Jumriah Muchsin
Kel. Bpk. Bujair Wasolo, SE / Ibu Hwat Lin Vanleon, S.Pi
Kel. Bpk. Ponidi / Ibu Miasri