“Dan diantara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
Q.S. Ar-Rum: 21
The Bride
Suryani Oktafira, S.An
Putri Pertama dari
Bapak Hatta Rustam (Karta) & Ibu Sri Inagawati
Tidak semua pertemuan berakhir dengan kebersamaan, sebagian hanya singgah lalu pergi menunggu waktu yang tepat untuk kembali.
Akhir 2019 semesta mempertemukan kami, bukan kisah yang langsung berbunga, hanya dua insan yang saling mengenal lalu berjalan ke arah masing-masing.
Waktu berlalu hingga akhir 2021, takdir kembali mengetuk pintu yang sama. Percakapan yang sempat terhenti, kini tumbuh menjadi doa-doa yang diam-diam kami panjatkan dan berlanjut dengan perasaan yang lebih dewasa. Dari sanalah kami memilih untuk berkomitmen, saling memahami, dan menerima satu sama lain apa adanya.
Sejak saat itu, perjalanan kami tidak mudah, justru di sanalah cinta kami diuji. Bukan tentang seberapa bahagia, tetapi seberapa kuat kami memilih untuk tetap bersama.
Perjalanan itu membawa kami pada keyakinan untuk melangkah lebih jauh dengan sebuah ikatan pertunangan di bulan Mei 2025, sebagai tanda keseriusan dan doa dengan makna besar bahwa perjalanan ini layak untuk diperjuangkan.
Di bulan Januari 2026, kedua keluarga kami dipertemukan dalam prosesi lamaran yang bukan hanya tentang menyatukan dua insan, melainkan menyatukan niat, doa, dan restu dari orang-orang tercinta. Dan kami menyadari bahwa cinta ini tidak lagi hanya tentang kami berdua.
Dan kini, dengan segala kerendahan hati dan rasa syukur, pada 14 Februari 2026, kami memutuskan untuk mengikat hubungan kami dalam janji suci pernikahan. Bukan karena kisah kami tanpa luka, melainkan karena cinta selalu menemukan jalannya untuk pulang, untuk tumbuh, dan untuk selamanya.
Hari ini, kami berdiri di titik ini bukan sebagai dua manusia yang sempurna, tetapi sebagai dua insan yang telah belajar bahwa sejatinya cinta tentang bertahan, memaafkan, dan terus memilih satu sama lain hari ini, esok, dan selamanya.